Momen 25 Tahun Biara Trappist Lamanabi, Doris Rihi : Lamanabi Sebagai Tempat Membangkitkan Perubahan Yang Positif


Larantuka| Ntt Ekspost-Minggu  
(1/10/2923) Pertapaan Trappist Lamanabi yang terletak di desa Lamanabi kecamatan Tanjung Bunga,Kabupaten Flores Timur tahun ini genap berusia 25 tahun.Acara puncak perayaan 25 tahun Biara Trappist digelar, dan ditandai dengan peresmian Taman Doa Trappist Lamanabi. 

Selama 25 tahun mengakar, berbuah dan menjadi setia, pada momentum ini, biara ini pun hadir dengan sesuatu yang berbeda. Berada di tempat yang cukup sulit dijangkau, biara ini justru memberikan dan menawarkan sebuah pengalaman iman yang berbeda. Paling tidak hal itu dapat dilihat pada bagian depan biara Trappist Lamanabi yang kini sudah ditata dengan tempat parkir yang teratur dan sebuah giftshop yang dikelola secara baik dan profesional. 

Hal yang mungkin paling membedakan adalah adanya sebuah taman doa yang begitu besar, luas dan menghijau, dikelilingi pagar putih. Meski belum dipenuhi dengan tanaman-tanaman perindang, taman doa berukuran 10.400 meter persegi ini menjadikan biara ini tidak sekedar sebagai tempat menimba iman dan ketenangan, juga menjadi daya tarik wisata rohani tersendiri yang menyenangkan bagi pengunjung. Jalan-jalan di dalamnya dibuat saling terhubung dengan tujuh stasi Sejarah Keselamatan yang berbentuk patung dan kaca patri sebagai latar belakangnya. Tepat di tengahnya, terdapat kolam air mancur dengan patung nabi Yunus sedang berada di dalam mulut ikan paus. Ada pula gua Maria dengan pelataran yang cukup luas yang dapat dimanfaatkan untuk perayaan Ekaristi dan doa. 

Penjabat Bupati Flores Timur, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si yang hadir bersama Pj. Sekda, Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si beserta sejumlah pejabat Pemda pun melakukan peresmian Taman Doa Trappist Lamanabi ini bersama Uskup Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung,Pr.

Dalam kesempatan itu, Penjabat Bupati mengungkapkan sukacita, dan kegembiraannya, bahwasanya hadirnya biara Trappist ini telah memberikan dampak baik langsung maupun tidak langsung terhadap pembangunan di Flores Timur. Hadirnya Gereja dan Pemerintah di tengah masyarakat, oleh Penjabat Bupati, menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran biara Trappist ini juga menjadi bukti bahwa kehadiran Gereja dan Pemerintah mempunyai tugas yang mulia, yakni hadir untuk menjadikan sebuah daerah sejahtera; Sebutnya". 

Penjabat Bupati pun menegaskan bahwa Gereja dan Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri-sendiri untuk menjawab semua kebutuhan di Flores Timur. Diakuinya pula bahwa Gereja telah menjadi bagian penting dari pembangunan di Flores Timur melalui berbagai pelayanan dan karya-karya yang dilakukan selama ini. “Inilah kerjasama kolaboratif yang harus terus dilangsungkan untuk kita sama-sama membangun Flores Timur.

Doris Rihi juga menyebut bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat pun merupakan perwujudan kehadiran Allah di dunia, karena melalui setiap program pemerintah yang dijalankannya, pemerintah sendiri sedang berusaha untuk mensejahterakan umat dan warga itu sendiri, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Tuhan agar setiap orang harus melayani sesama yang lain.

“Ketika semua sudah kita lakukan secara baik dan bersama-sama, kita telah memberikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat itu, maka kita telah melayani Tuhan dengan segala kehormatan yang kita miliki; lanjutnya".

Kesempatan ini pula dimanfaatkan oleh Doris Rihi untuk mengajak seluruh komponen masyarakat yang hadir untuk mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan sebagai orang Lamaholot dan orang Kristiani dalam melaksanakan tahap-tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada,Pileg) pada 2024 mendatang. 
Menghadapi dampak inflasi yang timbul dalam kaitannya dengan naiknya harga beras akhir-akhir ini pun menjadi perhatiannya. Dijelaskannya bahwa saat ini pemerintah melalui Perum Bulog Larantuka sedang menyalurkan bantuan pangan pemerintah. 
Terakhir, menurutnya - telah disalurkan sejumlah 127 ton beras dari 200 ton lebih untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Flores Timur hingga akhir September ini. Doris menjamin bahwa Pemerintah akan terus berupaya untuk menjaga kondisi perekonomian khususnya terkait dampak kenaikan harga beras sehingga tidak terjadi gejolak yang meresahkan.

“Ini adalah permasalahan ekonomi dan sosial, dan Pemda akan terus bekerja agar dapat mengendalikan semua itu secara baik, sehingga kita semua berada dalam suatu kebersamaan yang baik;sambungnya".

Doris Rihi juga berharap dukungan dari Gereja untuk pelaksanaan program Nona Sari Setia (No Nasi Satu Hari, Sehat, Bahagia dan Aman) yang berisikan himbauan kepada masyarakat untuk melakukan diversifikasi konsumsi pangan lokal selain nasi pada setiap hari Jumad atau sehari dalam seminggu melalui pemanfaatan potensi pangan lokal yang ada di Flores Timur seperti jagung, ubi, sorgum dan lain sebagainya. Doris lalu memaparkan bahwa dengan tidak mengkonsumsi nasi selama empat hari dalam sebulan, maka jumlah uang yang dapat diirit adalah berkisar 6 miliar rupiah lebih di Flores Timur. Selain itu pula, pembangunan di sektor infrastuktur jalan pun menjadi perhatian Doris Rihi untuk disampaikan pada kesempatan ini khususnya pembangunan ruas jalan di beberapa titik di Flores Timur melalui pemanfaatan Inpres Jalan Daerah. 

Selanjutnya, pada akhir sambutannya Doris Rihi pun mengapresiasi kehadiran biara ini yang telah berdampak pada terbukanya berbagai akses ke desa Lamanabi yang tentu berpengaruh pula terhadap kesejahteraan masyarakat. Biara ini pun diapresiasi oleh Doris Rihi sebagai sebuah tempat yang sangat tepat bagi setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan rohani melalui komunikasi yang hening dengan Tuhan. Doris meyakini bahwa di tempat ini, setiap orang dapat merenung, mengkomunikasikan dirinya sendiri dan semua kebutuhannya, dengan Tuhan secara langsung dalam suasana yang hening dan tenang sehingga mampu membangkitkan berbagai perubahan positif. 

“Profisiat untuk Biara Trappist Lamanabi. Kebersamaan dengan Pemda terus kita jalin, kita punya tugas dan tanggung jawab yang sama untuk membangun masyarakat dan daerah Flores Timur; Ungkapnya". 

Perayaan 25 Tahun Biara Trappist yang mengambil tema Berakar, Berbuah, Setia ini, diawali dengan misa syukur dengan selebran utama Uskup Larantuka, YM. Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr., serta didampingi sejumlah imam konselebran; Rm. Antonius Anjar Daniadi, OSCO (Prior Biara Lamanabi), Rm. Gabriel Unto da Silva (Vikjen Keuskupan Larantuka), Rm. Abbas Isaac Majoor, OSCO (Abbas Biara Tilburg), Rm. Ancis Kwaelaga (Sekjen Keuskupan Larantuka), Rm. Maximilianus Slame Widodo, OSCO (Prior Biara Rawaseneng), dan Rm. Mikael Donald Santana, OSCO (Prior Emeritus Biara Lamanabi) serta dimeriahkan oleh koor dari paroki St. Lodovikus Waiklibang.Lk