Kades Waibao Mentah-mentah Tipu Gubernur NTT Saat Kunker, Isi BUMDes Waibao Diduga Direkayasa

Flores Timur - Saat Kunjungan Gubernur NTT Viktor Laiskodat Ke Desa Waibao Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur pada April 2022 lalu sempat mengapresiasi pada Kepala Desa Waibao Hery Aran.

"Kepala Desa Waibao luar biasa. Saya baru lihat ada Kepala Desa yang bicaranya berapi-api seperti ini di depan Gubernur. Kalau kita memiliki 1000 Kepala Desa model begini sudah amanlah," ucap Gubernur NTT Viktor saat itu.

Dalam Kunjungan kerja Gubernur NTT Viktor Laiskodat di Kabupaten Flores Timur khususnya Kecamatan Tanjung Bunga, Politisi dari Partai Nasdem itu juga memberikan aplausse atas kiprah Kades Hery yang sukses mengelola potensi desa masuk dalam wadah Bumdes.

Menurutnya, prestasi pembangunan daerah sangat bergantung pada kiprah Pemerintah Desa. Masa kepemimpinan Gubernur dan Bupati akan habis sia-sia jika semua Kades tidak bisa berbuat apa-apa.

“Biar Gubernurnya hebat kayak apa, Bupatinya hebat kayak apa, tapi Kepala Desa matanya melotot terus, orang pikir dia pintar tapi matanya melotot terus. Sampai habis masa jabatan tidak pakai apa-apa,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengakuan Kepala Desa Waibao Hery Aran saat kunjungan Gubernur NTT menerangkan bahwa semenjak dirinya dipercayakan masyarakat menjadi Kepala Desa, Ia langsung menyusun progres pengelolaan Bumdes untuk merampung semua potensi desa.

“Ada empat unit usaha yang dikelola Bumdes. Pengolahan pasar desa, perdagangan jambu mente, perkiosan barang sembako secara grosir, bahan bangunan dan tenun ikat. Yang terakhir pengolahan pariwisata,” tuturnya saat Kunjungan kerja Gubernur NTT April 2022 lalu.

Faktanya berbanding terbalik dengan apa yang di sampaikan Warga Desa Waibao Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur Viktor Hokon beserta timnya  bahwa semenjak Kehadiran Bapak Gubernur NTT Viktor Laiskodat di Tanjung Bunga yang mengunjungi Desa Waibao ternyata di tipu mentah-mentah oleh Kepala Desa Hery Aran.

Menurut Viktor Hokon dan Timnya bahwa BUMDes di Desa Waibao itu sudah tidak berjalan lagi sejak 2022.

"Saat Kunjungan dari Propinsi itu BUMDes Waibao sudah tidak berjalan lagi dan pada saat itu ada Pak Gubernur NTT, Kades Waibao Hery Aran merekayasa untuk penuhkan isi BUMDes dengan cara mendatangkan Pengrajin Tempurung, Penenun dan lainnya untuk mengisi BUMDes tersebut. Begitu habis dan selesai Kunjungan Pak Gubernur NTT BUMDes Desa Waibao juga isinya lenyap seperti ditelan Bumi," jelas Viktorianus Suban Hokon.

Menurut Viktor Hokon, BUMDes Desa Waibao ini sudah pernah di Laporkan ke Tipikor oleh Kades Hery Aran untuk memproses Ketua BUMDes. Saat di kembalikan oleh Tipikor Polres Flotim ke Desa Waibao kesepakatan 70 hari harus di tuntaskan tetapi sampai saat ini Kepala Desa Waibao Hery Aran tidak beberkan hasilnya. padahal sebelumya Kades Waibao Hery Aran ini yang selalu mengumumkan lewat pengeras suara di desa, terus kenapa sekarang malah diam.

"Pengajuan juga datang dari Ketua BPD Lambert saat temui Awak media di Kecamatan Tanjung Bunga Desa Waibao membenarkan BUMDes tersebut sudah setahun tidak berjalan dan sedang tidak sehat, apalagi isi di dalam BUMDes Desa Waibao ternyata di rekayasa oleh Kades Hery Aran, dengan menipu Gubernur NTT Viktor Laiskodat bahwa BUMDes Desa Waibao sementara berjalan padahal sudah tidak ada lagi," tandas Lambert.

Sementara itu, Kades Waibao, Hery Aran saat di datangi awak media malah enggan ditemui dengan alasan ada ke pantai dengan bodi kapalnya serta malah menyampaikan lewat pesan suara kepada Awak media bahwa Kunjungan Kerja Gubernur NTT Viktor Laiskodat itu By Desain dari Dinas PMD Flotim.

"Kami terima saja dan berusaha datangkan seperti Pengrajin Tempurung, tenunan dan lainnya kami di desa yang bayar, sekali lagi kunjungan Gubernur NTT Viktor Laiskodat di Desain oleh Dinas PMD," ungkap Hary.

Lanjutnya, Saya tidak mau konfirmasi di jalan, rumah, tetapi harus di kantor saja. Silahkan tanya Kadis PMD Flotim itu dari mereka yang tahu.

Dihubungi terpisah Kepala Dinas PMD Alfi Kaha, mengatakan itu Kades omong sembarang, itu Program Pak Gubernur NTT dari Propinsi ke Tanjung Bunga, tetapi kami juga kaget kalau BUMDes Desa itu sudah tidak ada sehingga kami sampaikan di atur bapak kades karena Pak Gubernur NTT akan ke Tanjung Bunga untuk Kunjungi BUMDes yang ada di Desa Tersebut.

"Memang beberapa waktu lalu Ketua BPD Waibao dan Tim sudah ke dinas PMD guna melaporkan Kades tidak buat LKPJ Desa sehingga saya sudah menyampaikan kepada Kades untuk di tindak lanjuti," tutup Kepala Dinas PMD, Alfi Kaha. (RS)